stiker bloq desyantri

StrikeIron Blog: Can You Afford to Ignore Data Governance in Salesforce.com?

« IBM Mashup Center Demonstration Showcases StrikeIron Web Services | Main | SEO Still the Elephant in the Room with Flash-based RIAs and Websites »

March 02, 2010

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://www.typepad.com/services/trackback/6a00d834551e0669e201310f541ce4970c

Listed below are links to weblogs that reference Can You Afford to Ignore Data Governance in Salesforce.com?:

Comments

Verify your Comment

Previewing your Comment

This is only a preview. Your comment has not yet been posted.

Working...
Your comment could not be posted. Error type:
Your comment has been posted. Post another comment

The letters and numbers you entered did not match the image. Please try again.

As a final step before posting your comment, enter the letters and numbers you see in the image below. This prevents automated programs from posting comments.

Having trouble reading this image? View an alternate.

Working...

Post a comment

My Photo

Twitter Updates

    follow me on Twitter

    Sabtu, 21 Februari 2015

    Wiro Sableng #12 : Pembalasan Nyoman Dwipa

    Wiro Sableng #12 : Pembalasan Nyoman Dwipa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

    Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

    Karya: Bastian Tito

    KETIKA dia memasuki Klung-kung, kota itu masih diselimuti embun pagi. Kesunyian pagi dipecah oleh derap kaki kuda yang ditungganginya. Sesampainya di depan pura besar yang terletak dipersimpangan jalan seharusnya dia membelok ke kiri. Tapi karena hari masih terlalu pagi diputuskannya untuk menghangati perutnya dengan secangkir kopi lebih dulu di kedai yang terletak tak berapa jauh dari persimpangan itu.

    Meskipun hari masih pagi di dalam kedai sudah penuh oleh pengunjung. Laki-laki yang baru datang ini duduk di tempat yang masih lowong sementara pemilik kedai melayaninya. Beberapa orang tamu memandang kepadanya lalu meneruskan menyantap kue-kue atau menghirup minumannya. Beberapa diantara mereka meneruskan percakapan yang tadi terhenti karena kedatangan pengunjung baru ini.

    "Semarak kota Klungkung kini semakin tambah dengan kedatangannya orang baru itu," berkata seorang laki-laki sambil memandang pada cangkir kupinya. Umurn
    ... baca selengkapnya di Wiro Sableng #12 : Pembalasan Nyoman Dwipa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Senin, 02 Februari 2015

    Seni Bernegosiasi

    Seni Bernegosiasi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    “The only way to negotiate anything is to give one thing in return for another. Satu-satunya cara menegosiasikan apapun adalah memberikan imbalan kepada yang lain.” ~ Denis Waitley

    Negosiasi sebelum terjadi transaksi barang atau jasa sudah menjadi bagian dari aktivitas manusia sejak jaman purbakala sampai sekarang. Kemampuan bernegosiasi lebih dibutuhkan dalam dunia bisnis yang bergerak cepat dan penuh dengan persaingan ketat seperti saat ini. Karena disamping memberikan hasil lebih memuaskan, melakukan negosiasi akan sangat menyenangkan bila kita mengetahui caranya. Berikut ini ada beberapa tips sukses bernegosiasi.

    Langkah pertama adalah mencari informasi yang relevan untuk bernegosiasi, di antaranya tentang tujuan, lawan bicara, agenda, dan hasil yang ingin kita capai, sekaligus seberapa besar keinginan mereka untuk menciptakan transaksi dengan kita. Jika kita ingin membeli sebuah rak buku, setidaknya kita harus mengetahui kisaran harga rak buku dengan berbagai model dan bahan. Pengetahuan tersebut merupakan kunci penawaran kita.

    Proses pertama akan terjadi jika ada pertanyaan. Maka kita mulai dengan memberikan pertanyaan yang memerlukan jawaban cukup panjang, bukan sekedar jawaban ya atau tidak. Tetapi jangan sampai kita mengajukan pertanyaan yang sifatnya mengintimidasi. S
    ... baca selengkapnya di Seni Bernegosiasi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Kamis, 15 Januari 2015

    Menjaring Matahari

    Menjaring Matahari Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Senja ini begitu memukau rupanya, sinar mentari yang menghiasi Desa Segea, Maluku Utara. Capung yang terbang bebas di mega semesta, menari tarian bidadari jelita, dan menyanyi senandung simfoni milik ratu senja. Telah tampak, kabut alam yang melekat pada langit yang berhasil berubah menjadi jingga. Kini aku, Puri, Dian, Beta, Garuda, Mukhlis, Jundi dan Suryo. sedang duduk di atas Pohon Akasia, pohon impian kami. Untung-untung melepas lelah karena seharian penuh kami telah bekerja keras mencari uang. Mukhlis yang setiap harinya membawa gerobaknya, bekerja memungut sampah, Beta dan Garuda yang masih membawa gambus dan harmonikanya, mengamen di setiap tempat, dan sedangkan aku, Puri, Dian, Jundi, dan Suryo berjualan koran di jalanan. Tetapi, dengan terbatasnya kehidupan ekonomi kami, aku dan ketujuh sahabatku masih dapat bersekolah. Membangun mimpi. Kami selalu bersama, jua membangun persahabatan yang akan terpahat selamanya di benakku, menembus kalbu sedalam karya Tuhan yang tak pernah semu. Kami memandang takjub betapa sang raja senja akan dilahap masuk menuju gua bibir misteri. Terdiam, terpana merasuk raga.

    “Indahnya!” kata Garuda. Kami hanya menjawab dengan senyuman.
    “Jika kau punya kesempatan, apa yang kau inginkan dari matahari?” Tanya Mukhlis. Kami memandang keheranan.
    “Ah, kalau inyong! Hm, inyong bakal tangkap.” Jawab Suryo dengan cibiran dan logat
    ... baca selengkapnya di Menjaring Matahari Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Selasa, 06 Januari 2015

    Salah Definisi

    Salah Definisi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Sebagian orang tidak berhasil menumbuhkan keterampilan menulisnya karena menganut definisi yang salah tentang apa itu menulis. Mereka terlalu fokus pada definisi menulis menurut logika, tetapi gagal membuat definisi yang “emosional”.

    Menulis, kata Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti (1) membuat huruf, angka, dsb; (2) melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang dan membuat surat) dengan tulisan; mengarang cerita; (3) menggambar, melukis; (4) membatik.

    Nah, membaca definisi seperti itu apakah membuat Anda jadi bersemangat dan mulai menulis? Atau Anda perlu mencari definisi yang lebih canggih lewat om google, untuk kemudian bingung sendiri karena banyak sekali alternatif definisi tentang apa itu “menulis”.

    Buat saya, definisi menulis yang benar adalah definisi yang mendorong kita menulis dan terus menulis. Inilah yang saya sebut definisi “emosional”. Bagi si A menulis itu adalah aktualisasi diri; bagi si B menulis adalah menafkahi diri; bagi si C menulis adalah soal mendesain dengan metodologi tertentu; bagi si D menulis adalah melepaskan beban-beban emosi negatif; dan sebagainya. Sepanjang definisi yang Anda anut membuat Anda menulis, saya anggap itulah definisi yang benar.

    Jadi, menurut Anda, menulis adalah …….. (apa pun jawaban Anda saya anggap benar). Maka mulailah m
    ... baca selengkapnya di Salah Definisi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Sabtu, 13 Desember 2014

    Ditooo… Apa Lagi (Part 2)

    Ditooo… Apa Lagi (Part 2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Bbrrr… pagi yang dingin, hujan rintik-rintik menghiasi suasana pagi dari balik jendela kaca kamar Dito. Dito terduduk di tepi tempat tidurnya dengan masih terkantuk-kantuk, sembari menguap beberapa kali Dito melangkah ke kamar mandi, mencuci muka, lalu langsung cabut dari kamar mandi. Dingin… buat males mandi aja nih, akhirnya Dito memutuskan ke kantor tanpa mandi (hiii… jorok). Setelah urusan badan selesai (cuci muka dan berganti pakaian) dan menyemprotkan body spray cukup banyak ke badannya, Dito bergegas menuju ruang makan. Disana Bik Ipah sudah menyiapkan sayur lodeh lengkap dengan sambal dan ikan asin. Wuihhh… sedap… ayo makan. Untuk urusan sambal Bik Ipah jagonya… pedas abis, tapi nikmat dan ngangenin. Selesai urusan perut Dito segera menyambar tasnya lalu bergegas ke kantor.

    Sip… lah cuaca cerah, walau masih ada sedikit mendung bergelanyut di ufuk barat. Ditto segera memacu motornya menuju tempat kerjanya. Wah… lha kok mulai gerimis… dan ups… kenapa tambah deras… basah… basah. Benar-benar gawat nih… mana gak bawa pakaian ganti pula, alamat bakalan kedinginan di kantor nih. Dito segera menepikan motornya mengenakan jas hujan yang membuatnya lebih mirip batman daripada superman (maklum jas hujannya warna abu-abu gelap bukan warna merah, jubahnya superman kan warnanya merah).

    Sesampainya di temp
    ... baca selengkapnya di Ditooo… Apa Lagi (Part 2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Minggu, 07 Desember 2014

    Lebih Dari Satpam

    Lebih Dari Satpam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Di sebuah ruangan kecil berbentuk persegi empat ukuran 3×3, terdapat seorang yang bertubuh besar, berotot, dan tinggi. Sebenarnya itu adalah sebuah pos satpam. Sebuah tempat dimana laki-laki itu setiap pagi datang dan bekerja sampai sore hari tiba. Meskipun dia seorang satpam tapi ia juga tidak seperti satpam. Itu dikarenakan rambutnya yang panjang, tidak seperti seorang satpam yang selalu berambut pendek.

    Namanya Ricky Subarja. Nama yang selalu kulihat di dada sebelah kiri baju satpamnya. Nama yang mungkin tidak asing lagi bagi kami siswa SMA Negeri 4. Aku juga agak heran kenapa seorang satpam bisa sebegitu terkenal dikalangan murid-murid di sekolahanku. Apalagi dikalangan siswa putra, dia bagaikan seperti teman mereka sendiri.

    Lambat laun aku mengerti kenapa satpam tersebut begitu terkenal di kalangan murid-murid. Itu dikarenakan satpam tersebut sangat ramah dan mudah bergaul dengan para murit-murid di sekolah ini. Aku juga sering melihat satpam tersebut bercanda bersama murid-murid di pos satpamnya. Pos satpamnya juga sering menjadi tempat tongkrongan anak-anak ketika sedang istirahat.

    Tetapi meskipun satpam tersebut sangat ramah terhadap murid-murid. Adakalanya satpam tersebut sangat marah dengan kelakuan para siswa yang tidak menaati peraturan. Pernah juga aku melihat dia memarahi seorang siswa yang datang terlambat masuk sekolah. Wakt
    ... baca selengkapnya di Lebih Dari Satpam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Rabu, 03 Desember 2014

    Kasih Sayang Seorang Ibu

    Kasih Sayang Seorang Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.

    Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

    Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.

    Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

    Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.

    Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

    Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.

    Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

    Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.

    Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

    Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, ?Dari mana saja seharian ini??

    Sebagai balasannya, kau jawab, ?Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!?

    Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, ?Aku tidak ingin seperti Ibu.?

    Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.

    Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan
    ... baca selengkapnya di Kasih Sayang Seorang Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1