stiker bloq desyantri

StrikeIron Blog: Can You Afford to Ignore Data Governance in Salesforce.com?

« IBM Mashup Center Demonstration Showcases StrikeIron Web Services | Main | SEO Still the Elephant in the Room with Flash-based RIAs and Websites »

March 02, 2010

TrackBack

TrackBack URL for this entry:
http://www.typepad.com/services/trackback/6a00d834551e0669e201310f541ce4970c

Listed below are links to weblogs that reference Can You Afford to Ignore Data Governance in Salesforce.com?:

Comments

Verify your Comment

Previewing your Comment

This is only a preview. Your comment has not yet been posted.

Working...
Your comment could not be posted. Error type:
Your comment has been posted. Post another comment

The letters and numbers you entered did not match the image. Please try again.

As a final step before posting your comment, enter the letters and numbers you see in the image below. This prevents automated programs from posting comments.

Having trouble reading this image? View an alternate.

Working...

Post a comment

My Photo

Twitter Updates

    follow me on Twitter

    Sabtu, 13 Desember 2014

    Ditooo… Apa Lagi (Part 2)

    Ditooo… Apa Lagi (Part 2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Bbrrr… pagi yang dingin, hujan rintik-rintik menghiasi suasana pagi dari balik jendela kaca kamar Dito. Dito terduduk di tepi tempat tidurnya dengan masih terkantuk-kantuk, sembari menguap beberapa kali Dito melangkah ke kamar mandi, mencuci muka, lalu langsung cabut dari kamar mandi. Dingin… buat males mandi aja nih, akhirnya Dito memutuskan ke kantor tanpa mandi (hiii… jorok). Setelah urusan badan selesai (cuci muka dan berganti pakaian) dan menyemprotkan body spray cukup banyak ke badannya, Dito bergegas menuju ruang makan. Disana Bik Ipah sudah menyiapkan sayur lodeh lengkap dengan sambal dan ikan asin. Wuihhh… sedap… ayo makan. Untuk urusan sambal Bik Ipah jagonya… pedas abis, tapi nikmat dan ngangenin. Selesai urusan perut Dito segera menyambar tasnya lalu bergegas ke kantor.

    Sip… lah cuaca cerah, walau masih ada sedikit mendung bergelanyut di ufuk barat. Ditto segera memacu motornya menuju tempat kerjanya. Wah… lha kok mulai gerimis… dan ups… kenapa tambah deras… basah… basah. Benar-benar gawat nih… mana gak bawa pakaian ganti pula, alamat bakalan kedinginan di kantor nih. Dito segera menepikan motornya mengenakan jas hujan yang membuatnya lebih mirip batman daripada superman (maklum jas hujannya warna abu-abu gelap bukan warna merah, jubahnya superman kan warnanya merah).

    Sesampainya di temp
    ... baca selengkapnya di Ditooo… Apa Lagi (Part 2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Minggu, 07 Desember 2014

    Lebih Dari Satpam

    Lebih Dari Satpam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Di sebuah ruangan kecil berbentuk persegi empat ukuran 3×3, terdapat seorang yang bertubuh besar, berotot, dan tinggi. Sebenarnya itu adalah sebuah pos satpam. Sebuah tempat dimana laki-laki itu setiap pagi datang dan bekerja sampai sore hari tiba. Meskipun dia seorang satpam tapi ia juga tidak seperti satpam. Itu dikarenakan rambutnya yang panjang, tidak seperti seorang satpam yang selalu berambut pendek.

    Namanya Ricky Subarja. Nama yang selalu kulihat di dada sebelah kiri baju satpamnya. Nama yang mungkin tidak asing lagi bagi kami siswa SMA Negeri 4. Aku juga agak heran kenapa seorang satpam bisa sebegitu terkenal dikalangan murid-murid di sekolahanku. Apalagi dikalangan siswa putra, dia bagaikan seperti teman mereka sendiri.

    Lambat laun aku mengerti kenapa satpam tersebut begitu terkenal di kalangan murid-murid. Itu dikarenakan satpam tersebut sangat ramah dan mudah bergaul dengan para murit-murid di sekolah ini. Aku juga sering melihat satpam tersebut bercanda bersama murid-murid di pos satpamnya. Pos satpamnya juga sering menjadi tempat tongkrongan anak-anak ketika sedang istirahat.

    Tetapi meskipun satpam tersebut sangat ramah terhadap murid-murid. Adakalanya satpam tersebut sangat marah dengan kelakuan para siswa yang tidak menaati peraturan. Pernah juga aku melihat dia memarahi seorang siswa yang datang terlambat masuk sekolah. Wakt
    ... baca selengkapnya di Lebih Dari Satpam Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Rabu, 03 Desember 2014

    Kasih Sayang Seorang Ibu

    Kasih Sayang Seorang Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

    Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.

    Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

    Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.

    Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

    Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.

    Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

    Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.

    Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

    Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.

    Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

    Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, ?Dari mana saja seharian ini??

    Sebagai balasannya, kau jawab, ?Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!?

    Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, ?Aku tidak ingin seperti Ibu.?

    Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.

    Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan
    ... baca selengkapnya di Kasih Sayang Seorang Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1